Yayasan Al-Hidayah Tajur Bangun Karakter Religius Lewat Pembiasaan Shalat Dhuha di Seluruh Lembaga Pendidikan

Tajur, Citeureup — Dalam rangka menanamkan nilai-nilai keislaman dan membentuk karakter spiritual peserta didik, Yayasan Al-Hidayah Tajur menggalakkan program pembiasaan shalat dhuha bersama di seluruh unit pendidikan, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), hingga Pondok Pesantren Al-Hidayah Tajur.

Kegiatan yang dilaksanakan setiap Jumat pagi ini telah menjadi tradisi positif yang dijaga secara konsisten oleh seluruh warga yayasan. Pelaksanaan shalat dhuha dilakukan secara berjamaah di masing-masing masjid atau aula lembaga, disertai dengan pembacaan Asmaul Husna, doa bersama, dan tausiyah singkat.

Ketua Yayasan Al-Hidayah Tajur, Dedi Ahmad Zaeni, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan visi yayasan sebagai lembaga pendidikan yang unggul dalam ilmu, amal, dan akhlak mulia.

“Kami ingin seluruh peserta didik terbiasa memulai hari dengan ibadah. Shalat dhuha menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, menenangkan hati, dan menumbuhkan semangat belajar,” ujar beliau.

Program ini juga melibatkan seluruh guru dan tenaga kependidikan sebagai teladan bagi para siswa. Setiap lembaga diberi kebebasan untuk mengatur teknis pelaksanaan, namun tetap dengan semangat yang sama — menumbuhkan budaya religius di lingkungan pendidikan Al-Hidayah Tajur.

Guru di Al-Hidayah, Ibu Hj. Diana salim, S.Hum, menuturkan bahwa pembiasaan ini memberikan dampak positif yang nyata.

“Anak-anak menjadi lebih disiplin, sopan, dan semangat dalam mengikuti pelajaran. Kegiatan ini juga mempererat hubungan antara siswa dan guru dalam suasana spiritual yang hangat,” ujarnya.

Sementara itu, di tingkat pondok pesantren, kegiatan shalat dhuha dilaksanakan setiap hari dan dikaitkan dengan pengajian kitab. Santri mengikuti shalat dhuha berjamaah sebelum memulai pelajaran kitab, menjadikan pagi hari mereka penuh berkah dan ketenangan.

Salah satu santri MA sekaligus penghuni pondok, Oka Fauzi, mengaku merasakan manfaatnya.

“Setiap kali shalat dhuha, hati jadi lebih tenang dan semangat belajar meningkat. Rasanya beda kalau belum dhuha,” tuturnya dengan senyum.

Dengan pembiasaan shalat dhuha yang diterapkan di seluruh jenjang pendidikan, Yayasan Al-Hidayah Tajur berharap dapat mencetak generasi Qurani yang cerdas, berakhlak, dan berjiwa ikhlas.
Program ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan sejati tidak hanya berfokus pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pembinaan ruhani dan moral yang kuat

Kabar Sekolah Lainnya

-

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman

-

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman