Suasana penuh semangat dan kebersamaan terasa di Pondok Pesantren Al Hidayah Tajur saat kegiatan Mubalighin’am digelar pada Sabtu malam. Kegiatan ini menjadi panggung bagi para santriwati untuk mengekspresikan bakat, kreativitas, sekaligus menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui berbagai bentuk seni Islami.
Satu per satu santriwati tampil dengan penuh percaya diri. Ada yan
g menyampaikan pidato keislaman, melantunkan puisi religi, menampilkan had
rah, hingga memainkan drama Islami yang sarat makna. Setiap penampilan mendapat sambutan hangat dan antusias, menandakan betapa kegiatan ini menjadi momen yang dinanti oleh para santri.

Lebih dari sekadar ajang tampil, Mubalighin’am menjadi ruang belajar yang menyenangkan. Santriwati dilatih untuk berani berbicara di depan umum, bekerja sama dalam tim, serta menyampaikan nilai-nilai Islam dengan cara yang santun dan mudah diterima.
Kebersamaan dan kekompakan terlihat jelas, baik di atas panggung maupun di balik layar persiapan. Para asatidzah dan pembina pesantren menilai kegiatan ini sebagai bagian penting dari proses pembentukan karakter santri. Melalui seni dan dakwah, santriwati diharapkan mampu tumbuh menjadi mubalighah yang tidak hanya cakap secara keilmuan, tetapi juga kreatif, berakhlak mulia, dan siap terjun ke masyarakat.
Kegiatan Mubalighin’am pun menjadi bukti bahwa dakwah dapat disampaikan dengan cara yang indah dan inspiratif. Dari pesantren, para santriwati Al Hidayah Tajur terus belajar menjadi generasi penerus yang membawa pesan Islam dengan semangat, kelembutan, dan penuh makna.






